RESEP AWET MUDA

RESEP AWET MUDA

 

Puji Tuhan,  penulis kebetulan dikaruniai umur panjang, dan  saat ini tengah berusia 64 th. Rambut memang sudah memutih semua karena keturunan, seperti Buyung dan Hatta Rajasa. Tetapi banyak orang menduga umur saya baru berkepala lima, mengapa? Katanya wajah masih ceria dan pipi belum berkerut. Padahal saya belum pernah tersentuh oleh masker, meskipun kadang kala ingin juga mencobanya. Namun kebetulan ada orang bilang, resiko sering masker adalah jika senyum, pipi akan berkerut, meski menjadi lebih kencang. Betul atau tidak penulis belum menelitinya.

 

Tentu dari kenyataan ini banyak orang ingin mendapatkan ceritanya. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis akan sharing beberapa hal yang semoga bermanfaat bagi pembaca yang budiman.

 

Pertama: Dalam hidup ada dua factor pengendali. Pengendali yang pertama adalah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Artinya, kita hanyalah UmatNya, mau diberi umur berapa dan kapan dan dimana akan dipanggil adalah hak Tuhan yang menentukan. Faktor kedua adalah dari diri kita sendiri atau tugas dan kuwajiban kita sendiri. Dari diri kita sendiri ini dibagi lagi menjadi dua bagian.

Yang pertama: yang bersifat somatis. Yaitu dalam segi pemeliharaan secara somatologis atau phisik. Ringkasnya cerita, jika kita tidak cukup gizi maka pasti akan berbeda dengan jika cukup gizi. Begitu pula jika kegiatan phisik kita terforsir terus juga akan berbeda jika dibandingkan dengan bisa mengenyeimbangkan diri.

Yang kedua:  Yang bersifat emosi. Jika hidup kita terlalu emosional tentu akan berbeda dengan jika kita bisa mengendalikan diri.

 

Pemeliharaan yang bersifat somatologis.

Setiap orang pasti tahu bahwa untuk hidup sehat memerlukan  gizi berupa kalori, vitamin dan mineral. Sebaiknya juga mengerti, bahwa berhubung dengan usia, ada hal-hal yang secara alami akan terjadi perubahan. Sebagai contoh : menurunnya daya tahan tubuh, menurunnya kecekatan gerak, menurunnya pendengaran, menurunnya daya ingat yang kemudian disebut pikun. Menurunnya daya dukung tulang-tulang dan banyak lagi.

Perlu diketahui bahwa menurunnya berbagai hal tersebut terutama oleh sebab dari akibat penuaan dan ada juga dari sebab memang disain dari Allah demikian. Contohnya setiap perempuan. Bahwa setiap perempuan pasti terjadi menopause. Tidak ada perempuan yang tidak menopause. Kebalikannya bagi pria , tidak demikian. Karena disain Allah untuk pria tidak ada menopause.

Nah sekarang, apa hubungannya dengan penuaan? Pada saat menopause, ternyata tubuh sudah tidak lagi memproduksi hormone progresteron . Hormon progresteron ini selain untuk keperluan reproduksi dan seks, adalah juga berpengaruh pembentukan hormone lain yang sangat berguna bagi kelenturan dan kekuatan tulang-tulang. Sehingga ibarat penghasilan, sebuah keluarga yang tadinya kebutuhan ekonominya ini ditopang oleh gaji, karena ia seorang karyawan, maka pada saat pasca menopause gaji tersebut telah tidak menerima lagi karena telah habis kontrak alias berhenti kerja. Jadi kebutuhan kesehariannya tinggal mengandalkan sisa-sisa harta yang masih ada. Sehingga jika ingin tetap eksis perlu mencari income tambahan.  Atau dengan kata lain adalah menambah kualitas gizi.

Bagi pria termasuk juga perempuan, meskipun tidak ada menopause, tetapi organ-organ tubuh terutama bagian pencernaan sudah menurun. Sehingga ibarat sebuah pabrik, ketika masih muda rendemen yang dihasilkan masih tinggi, tetapi semakin tua rendemen tersebut menyusut tajam. Jadi ibarat pabrik gula, yang dahulunya bisa memproduksi 100 kg tebu menjadi 20 kg gula dan tetes, sekarang mungkin tinggal enampuluh prosennya dan terus menyusut. Nah dari ilustrasi ini, maka perbaikan kualitas makanan perlu diperbaiki sehingga tetap memncukupi kebutuhan.

Ringkasnya cerita, jika ingin tetap awet muda, penuhilah kebutuhan vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh. Terutama vitamin C untuk kulit,B dan A. Kemudian mineral misalnya posfor,manghan,zink dll. Berikut  sayuran dan buah yang banyak mengandung multi vitamin dan mineral: daun papaya, daun singkong, daun seledri,daun slada, daun kemangi,wortel,jeruk,belimbing, pisang, jambu, nanas, anggur dll. Selain menselaraskan suplai vitamin dan mineral (dianjurkan jahui vitamin dan mineral yang berasal dari bahan kimia terkecuali sangat dianjurkan oleh dokter), juga harus menyeimbangkan kegiatan fisik dengan istirahat dan olah raga. Minimal olahraga jalan kaki dan terkena panas mata hari pagi, minimal setengah jam. Karena vitamin D hanya terjadi jika dibantu dengan sinar matahari. Janganlah menforsir diri, dan kurangilah kegiatan seks.

 

Untuk keperluan suplai vitamin dan mineral, telah tersedia MAHKOTA DEWA+ ramuan dari Vimisee. Yang ternyata mampu memberi kontribusi menunda ketuaan melalui pikiran menjadi lebih damai, mencegah tulang kropos dan hilangkan linu-linu sendi dan tulang sehingga membuat lebih nyaman setiap harinya.

 

Pemeliharaan yang bersifat emosi.

Percaya atau tidak percaya, mau atau tidak mau kita adalah manusia yang dibawah kendali Tuhan. Artinya, apapun keinginan kita akan terpenuhi jika Tuhan mengijinkan. Oleh karenanya Pengkotbah berkata, ada orang kaya dan tidak kekuranga sesuatu apa, tetapi tidak diijinkan menikmati kekayaannya. Melainkan orang lain yang menikmati kekayaannya. Kemudian dalam Amsal dikatakan : Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, bukan jerih payahmu. Nah jika kita mau menyadari hal ini maka barulah kita akan bisa menyeimbangkan atau menselaraskan emosi. Karena belum tentu keinginan kita dapat terlaksana. Ada-ada saja sebabnya sehingga sesuatu yang sudah masak-masak dipersiapkan tidak bisa terjadi. Dr.Pratiwi sudah dipersiapkan secara matang menjadi antariksawati dari Indonesia, tetapi nyatanya bagaimana? Banyak lagi contoh-contoh kejadian, yang secara logika dan prasarana pasti bisa terjadi, tetapi nyatanya ….? Tidak terjadi ! Jika kita dapat menyadari hal ini, minimal dapat menghindari terjadinya stroke. Karena dapat menerima apa yang terjadi dari sesuatu yang tidak kita inginkan.

Setiap orang pasti punya kinginan. Dan itu memang wajar, namun dalam berkeinginan tercapainya keinginan tersebut, jika didasari dengan pengetahuan bahwa ‘jika Tuhan’ mengijinkan, maka jika nanti keinginan tersebut tidak terlaksana, akan bisa menerima dengan iklas. Tetapi jika tanpa dasar pengertian tersebut, cenderung akan kurang bisa menerima atau emosinya kecewa.

 

Untuk pandai mengelola emosi diperlukan kesadaran bahwa kita hanyalah manusia yang dibawah kuasa Tuhan. Jadi harus bisa menerima segala sesuatu kenyataan yang sebenarnya kita tidak mau menerima (seandainya bisa memilih). Meskipun sesuatu itu sebenarnya berat dan tidak menyenangkan. Atau dengan kata lain usakanlah pikiran kita damai dan sejahtera. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan janganlah mencari-cari kesalahan, apalagi menyalahkan atau kecewa terhadap orang lain. Memperbaiki perencanaan atau system memang perlu tetapi jangan kecewa ketika usaha kita tidak terlaksana. Bagi orang beriman, untuk menghadapi hal semacam ini sebaiknya adalah menyandarkan diri pada Tuhan ketika kita punya rencana, cita-cita dan usaha. Tidak ngotot harus terjadi meskipun secara logika sangat mungkin terjadi. Dengan kata lain : harus bisa pasrah, jika harus menerima kenyataan terhadap sesuatu yang tidak diinginkan. Disinilah arti menguasahi emosi.

Kesimpulannya: diri kita sendiri harus bisa merawat tubuh kita sendiri dan harus bisa mengelola emosi kita jangan sampai diatur oleh keinginan (hawa nafsu), sehingga tidak kecewa ketika harus “menelan pil pahit”, karena menyadari bahwa manusia hanya wajib berusaha, Tuhanlah yang menentukan.

Selamat mempraktekkan, Salam

 

Ungkapkan pendapat Anda