Arsip untuk Mei, 2008

PSIKOLOGI PRAKTIS

ISTRI BERTENGKAR DENGAN SUAMI

 

            Suatu hari datang kepada saya, seorang ibu-ibu untuk berkonsultasi.

Setelah saya mengetahui bahwa yang akan ditanyakan adalah masalah pertengkarannya dengan suaminya, maka saya minta untuk datang bersama suaminya. Dan benar, beberapa hari kemudian ia datang lagi bersama suaminya.

            Menurut sang ibu, ia sendiri heran. Karena ia berrumah tangga telah 20 th. Dan telah dikaruniai anak, anak sulungnya saat itu telah berusia 18 th. Katanya selama 29 tahun berkeluarga baru kali ini ia bertengkar dengan suaminya dan sangat serius (gawat) pertengkarannya. Lebih lanjut ia mencurigai, bahwa ada pihak ketiga yang sengaja mengacau rumah tangganya. Pihak ketiga ini bukan WIL, melainkan kenalan si Ibu. Dimana beberapa waktu yang lalu si Ibu ini berselisih paham dengan kawannya tersebut. Sehingga mencurigainya, dan menduga kawannya yang berselisih paham ini sakit hati kemudian mencari dukun dan mengacau rumah tangganya dengan kuasa gelap.

            Setelah saya telusur, ternyata dugaan si ibu ini meleset. Perlu diketahui kebiasaan kami jika menerima para konseli (orang yang konseling), penelusuran saya melalui saya minta menggambar (psikotes proyektif) seperti jika melamar ke AKABRI. Dari ghambar ini saya menganalisanya.

 

            Persoalannya sangat sepele sekali.

  1. Kepribadian si ibu ini adalah Sanguin, dan kepribadian suaminya Plegmatig.
  2. Usia si ibu ini pas memasuki periode setengah baya. Yaitu empatpuluh tahun lebih sedikit.

 

Kepada mereka berdua saya jelaskan tentang kepribadian mereka masing-masing. Mereka terheran-heran mengapa saya mengerti kepribadian (watak) mereka dan pas sekali katanya. Bahwa ibu ini adalah sangat haus perhatian, kebalikannya suaminya sangat cuek. Dingin, pendiam, tidak mau KKN karena lebih memegang keadilan. Suaminya kebetulan juga tidak mengerti kelakuan isterinya yang tengah memasuki usia tengah baya.

           

            Waktu itu, ketika si ibu ini bertengkar dengan kawannya, merasa terpojok, kemudian mengadu kepada suaminya minta pembelaan. Dan ternyata suaminya tidak membelanya. Padahal menurut logika si ibu, wajarlah bahkan wajib suami membela isteri yang tengah terpojok, tetapi mengapa tidak membelanya?

            Pada-waktu-waktu berikutnya, ketika pengaruh usia tengah baya nya telah mulai “ber aksi”, ibu ini mengaku setiap mau tidur malam selalu mandi dulu dan berdandan, termasuk ber mek-up. Tetapi suaminya tetap cuek dan dingin. Lama kelamaan si ibu ini jengkel dan marah dan….cemburu, mengapa sekarang suaminya dingin? Karena kehausan nya gairah seks si ibu yang tidak direspon oleh suami, maka akhirnya membuat cemburu buta dan serba salah. Hubungan emosi terhadap suaminya menjadi “error”  Logikanya kurang lagi digunakan, justru yang mendominasi adalah perasaan marah dan cemburu. Karena tidak mendapati adanya tanda-tanda bahwa suaminya punya “WIL” maka ia kemudian mencurigai kawannya dan mencuriaginya bahwa kawannya inilah yang mengacau dengan menggunakan kuasa gelap.

 

            Setelah saya jelaskan semua, seketika itu mereka berdua berpelukan mesra di depan saya, dan selesailah pertengkarannya yang sudah ber minggu-minggu tersebut hanya dalam beberapa jam saja.

 

Keterangan:

A). Menurut Hipokrates   (ahli jiwa 500 SM), kepribadian manusia dibagi dalam

      empat kelompok   kepribadian.  Yaitu : Sanguin, Melankolis, Kolerik dan

      Plegmatig.

      Setiap  kelompok kepribadian ini masing masing memiliki watak / kebiasaan /

      kelakuan yang sama, tetapi juga memiliki watak / kebiasaan yang

      mendominasi dan merupakan cirri khas masing-masing. dari setiap kelompok

      tersebut.

      Misalnya ciri khas kebiasaan / watak nya kelompok yang disebut:

      Sanguin; periang, supel, mudah bergaul, tidak malu-malu ber aksi

     (bertingkah), senang mendapat perhatian, tidak senang sendirian, karena

      Lebih senang ditempat yang banyak orang dan tidak tahan kesepian. Senang

      mendapat pujian, mudah ganti pasangan dan kurang berpotensi patah

      hati.bersifat  ekstrofet dll.  

      Melankolis; lebih senang ditempat yang tidak hiruk-pikuk dan tahan

      kesepian, Penampilannya  Sopan dan kalem tetapi malu-malu. Jadi kurang

      berani ber aksi. Segala  sesuati dipikirkan mendalam dan cenderung diam-

      diam. Kurang  berani  mengambil resiko. Tidak mudah dimintai pertolongan

      Berpotensi patah hati, karena sangat mudah memasukkan kehati termasuk

      kenangan indah dan yang menyakitkan. Sehingga tidak mudah memaafkan.

      Banyak hal yang dipendam dalam hati dan introvert.

      Kolerik; Tidak sabaran, mudah marah, grusa – grusu, tidak senang ditekan /

      di tindas, pemberani dan berani mengambil resiko, berpotensi menjadi

      pemuka, hobbi menjadi pembela dan pahlawan,ceplas-ceplos tidak basa-

      basi.Senang bergaul, tidak pendendam, mudah melupakan kenangan dan

      mudah memaafkan.Ekstrovert

      Plegmatig; Lebih memegang keadilan, tidak pilih kasih, tidak senang

      bertengkar, lebih  senang ditempat yang hening, cuek, tidak mudah tergerak /

      terpengaruh situasi, kalem dan lamban.Kurang berani mengambil resiko.

      Segala sesuatu dimasukkan dalam hati dan lebih teliti dan hati-hati. Tidak

      pandai bergaul atau menarik perhatian orang lain, Introvert.

 

B). Usia tengah baya. Pada wanita disebut tengah baya ialah pada usia

     Menjelang  Empat puluh tahun sampai limapuluh tahun. Mempunyai

     kebiasaan yang berbeda. Biasa disebut puber kedua. Yaitu menjadi lebih

     genit, lebih agresif, cemburuannya meninggi, lebih sensitive, kebutuhan

     kemesraannya / seks meningkat. Sebagai peristiwa alami dalam rangka akan

     tibanya menopause. Kurang rasional, dan kurang bias berfikir panjang.

Komentar bertahan »

RESEP AWET MUDA

RESEP AWET MUDA

 

Puji Tuhan,  penulis kebetulan dikaruniai umur panjang, dan  saat ini tengah berusia 64 th. Rambut memang sudah memutih semua karena keturunan, seperti Buyung dan Hatta Rajasa. Tetapi banyak orang menduga umur saya baru berkepala lima, mengapa? Katanya wajah masih ceria dan pipi belum berkerut. Padahal saya belum pernah tersentuh oleh masker, meskipun kadang kala ingin juga mencobanya. Namun kebetulan ada orang bilang, resiko sering masker adalah jika senyum, pipi akan berkerut, meski menjadi lebih kencang. Betul atau tidak penulis belum menelitinya.

 

Tentu dari kenyataan ini banyak orang ingin mendapatkan ceritanya. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis akan sharing beberapa hal yang semoga bermanfaat bagi pembaca yang budiman.

 

Pertama: Dalam hidup ada dua factor pengendali. Pengendali yang pertama adalah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Artinya, kita hanyalah UmatNya, mau diberi umur berapa dan kapan dan dimana akan dipanggil adalah hak Tuhan yang menentukan. Faktor kedua adalah dari diri kita sendiri atau tugas dan kuwajiban kita sendiri. Dari diri kita sendiri ini dibagi lagi menjadi dua bagian.

Yang pertama: yang bersifat somatis. Yaitu dalam segi pemeliharaan secara somatologis atau phisik. Ringkasnya cerita, jika kita tidak cukup gizi maka pasti akan berbeda dengan jika cukup gizi. Begitu pula jika kegiatan phisik kita terforsir terus juga akan berbeda jika dibandingkan dengan bisa mengenyeimbangkan diri.

Yang kedua:  Yang bersifat emosi. Jika hidup kita terlalu emosional tentu akan berbeda dengan jika kita bisa mengendalikan diri.

 

Pemeliharaan yang bersifat somatologis.

Setiap orang pasti tahu bahwa untuk hidup sehat memerlukan  gizi berupa kalori, vitamin dan mineral. Sebaiknya juga mengerti, bahwa berhubung dengan usia, ada hal-hal yang secara alami akan terjadi perubahan. Sebagai contoh : menurunnya daya tahan tubuh, menurunnya kecekatan gerak, menurunnya pendengaran, menurunnya daya ingat yang kemudian disebut pikun. Menurunnya daya dukung tulang-tulang dan banyak lagi.

Perlu diketahui bahwa menurunnya berbagai hal tersebut terutama oleh sebab dari akibat penuaan dan ada juga dari sebab memang disain dari Allah demikian. Contohnya setiap perempuan. Bahwa setiap perempuan pasti terjadi menopause. Tidak ada perempuan yang tidak menopause. Kebalikannya bagi pria , tidak demikian. Karena disain Allah untuk pria tidak ada menopause.

Nah sekarang, apa hubungannya dengan penuaan? Pada saat menopause, ternyata tubuh sudah tidak lagi memproduksi hormone progresteron . Hormon progresteron ini selain untuk keperluan reproduksi dan seks, adalah juga berpengaruh pembentukan hormone lain yang sangat berguna bagi kelenturan dan kekuatan tulang-tulang. Sehingga ibarat penghasilan, sebuah keluarga yang tadinya kebutuhan ekonominya ini ditopang oleh gaji, karena ia seorang karyawan, maka pada saat pasca menopause gaji tersebut telah tidak menerima lagi karena telah habis kontrak alias berhenti kerja. Jadi kebutuhan kesehariannya tinggal mengandalkan sisa-sisa harta yang masih ada. Sehingga jika ingin tetap eksis perlu mencari income tambahan.  Atau dengan kata lain adalah menambah kualitas gizi.

Bagi pria termasuk juga perempuan, meskipun tidak ada menopause, tetapi organ-organ tubuh terutama bagian pencernaan sudah menurun. Sehingga ibarat sebuah pabrik, ketika masih muda rendemen yang dihasilkan masih tinggi, tetapi semakin tua rendemen tersebut menyusut tajam. Jadi ibarat pabrik gula, yang dahulunya bisa memproduksi 100 kg tebu menjadi 20 kg gula dan tetes, sekarang mungkin tinggal enampuluh prosennya dan terus menyusut. Nah dari ilustrasi ini, maka perbaikan kualitas makanan perlu diperbaiki sehingga tetap memncukupi kebutuhan.

Ringkasnya cerita, jika ingin tetap awet muda, penuhilah kebutuhan vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh. Terutama vitamin C untuk kulit,B dan A. Kemudian mineral misalnya posfor,manghan,zink dll. Berikut  sayuran dan buah yang banyak mengandung multi vitamin dan mineral: daun papaya, daun singkong, daun seledri,daun slada, daun kemangi,wortel,jeruk,belimbing, pisang, jambu, nanas, anggur dll. Selain menselaraskan suplai vitamin dan mineral (dianjurkan jahui vitamin dan mineral yang berasal dari bahan kimia terkecuali sangat dianjurkan oleh dokter), juga harus menyeimbangkan kegiatan fisik dengan istirahat dan olah raga. Minimal olahraga jalan kaki dan terkena panas mata hari pagi, minimal setengah jam. Karena vitamin D hanya terjadi jika dibantu dengan sinar matahari. Janganlah menforsir diri, dan kurangilah kegiatan seks.

 

Untuk keperluan suplai vitamin dan mineral, telah tersedia MAHKOTA DEWA+ ramuan dari Vimisee. Yang ternyata mampu memberi kontribusi menunda ketuaan melalui pikiran menjadi lebih damai, mencegah tulang kropos dan hilangkan linu-linu sendi dan tulang sehingga membuat lebih nyaman setiap harinya.

 

Pemeliharaan yang bersifat emosi.

Percaya atau tidak percaya, mau atau tidak mau kita adalah manusia yang dibawah kendali Tuhan. Artinya, apapun keinginan kita akan terpenuhi jika Tuhan mengijinkan. Oleh karenanya Pengkotbah berkata, ada orang kaya dan tidak kekuranga sesuatu apa, tetapi tidak diijinkan menikmati kekayaannya. Melainkan orang lain yang menikmati kekayaannya. Kemudian dalam Amsal dikatakan : Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, bukan jerih payahmu. Nah jika kita mau menyadari hal ini maka barulah kita akan bisa menyeimbangkan atau menselaraskan emosi. Karena belum tentu keinginan kita dapat terlaksana. Ada-ada saja sebabnya sehingga sesuatu yang sudah masak-masak dipersiapkan tidak bisa terjadi. Dr.Pratiwi sudah dipersiapkan secara matang menjadi antariksawati dari Indonesia, tetapi nyatanya bagaimana? Banyak lagi contoh-contoh kejadian, yang secara logika dan prasarana pasti bisa terjadi, tetapi nyatanya ….? Tidak terjadi ! Jika kita dapat menyadari hal ini, minimal dapat menghindari terjadinya stroke. Karena dapat menerima apa yang terjadi dari sesuatu yang tidak kita inginkan.

Setiap orang pasti punya kinginan. Dan itu memang wajar, namun dalam berkeinginan tercapainya keinginan tersebut, jika didasari dengan pengetahuan bahwa ‘jika Tuhan’ mengijinkan, maka jika nanti keinginan tersebut tidak terlaksana, akan bisa menerima dengan iklas. Tetapi jika tanpa dasar pengertian tersebut, cenderung akan kurang bisa menerima atau emosinya kecewa.

 

Untuk pandai mengelola emosi diperlukan kesadaran bahwa kita hanyalah manusia yang dibawah kuasa Tuhan. Jadi harus bisa menerima segala sesuatu kenyataan yang sebenarnya kita tidak mau menerima (seandainya bisa memilih). Meskipun sesuatu itu sebenarnya berat dan tidak menyenangkan. Atau dengan kata lain usakanlah pikiran kita damai dan sejahtera. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan janganlah mencari-cari kesalahan, apalagi menyalahkan atau kecewa terhadap orang lain. Memperbaiki perencanaan atau system memang perlu tetapi jangan kecewa ketika usaha kita tidak terlaksana. Bagi orang beriman, untuk menghadapi hal semacam ini sebaiknya adalah menyandarkan diri pada Tuhan ketika kita punya rencana, cita-cita dan usaha. Tidak ngotot harus terjadi meskipun secara logika sangat mungkin terjadi. Dengan kata lain : harus bisa pasrah, jika harus menerima kenyataan terhadap sesuatu yang tidak diinginkan. Disinilah arti menguasahi emosi.

Kesimpulannya: diri kita sendiri harus bisa merawat tubuh kita sendiri dan harus bisa mengelola emosi kita jangan sampai diatur oleh keinginan (hawa nafsu), sehingga tidak kecewa ketika harus “menelan pil pahit”, karena menyadari bahwa manusia hanya wajib berusaha, Tuhanlah yang menentukan.

Selamat mempraktekkan, Salam

 

Komentar bertahan »